Cari Blog Ini

setelah upacara perkabungan

ingin sekali waktu kuakrabi
upacara perkabungan burung-burung
: perjanjian sunyi usai percintaan
lewat riuh anak-anak angin
yang berlari dalam gerimis
di bawah bulan penuh
doa mereka kirimkan
dalam ramuan bunga, dupa dan tirta
dari seluruh tubuhnya

gerimis lalu kubayangkan
memburamkan jejak perjalanan
sejarah yang telah mengikat
pengembaraan ruh-ruh
di satu titik kehampaan
kemudian melepas
duka yang dihantar usia

melangkahlah! – ucapku
bersama angin saat musim menua
mengantar rakit yang dibentuk
dari doa arungi telaga
meliuk-liuk bagai tari akhir waktu
lalu meruntuhkan batas kesenyapan
bahwa kematian menjadi awal
bagi permulaan

sementara di langit
mimpi perjumpaan sirna
dalam permainan zaman
burung-burung kembali riang
menata abadi peraduan
dari daun dan ranting rapuh
yang dikirim anak-anak angin


wendra wijaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar