Cari Blog Ini

Sekapur Sirih

SEBUAH karya lahir dari keheningan: pergulatan dalam semesta kecil, di kedalaman diri. Semesta di dalam (tubuh) terhubung secara ajaib dengan semesta di luar. Dengan demikian, kelompok ini memilih mempertemukan sekaligus menyilangkan lirik dengan metafor alam. Aksara-aksara yang lahir dari keheningan ini pun mengalir dan mencari bentuk sebagai upaya penggalian: menjadi cerpen, menjadi puisi, menjadi musik puisi.

Kesenian mengajarkan senantiasa hormat, tunduk sekaligus menengadah terhadap budaya proses, untuk mencapai inti kehidupan; kembali pada kesederhanaan. Pemahaman inilah yang berupaya dijalankan kelompok musik puisi gagasan Wendra Wijaya yang tergolong masih prematur ini, dengan mengedepankan kesederhanaan dalam komposisi nada dan irama yang dibangun dengan suara, gitar, dan suling recorder.

Seiring waktu, Risma Putri dirangkul untuk memperkuat rasa dalam setiap garapan, dan melakukan evaluasi atas karya yang diciptakan secara berkesinambungan, dalam keheningan. Masa-masa proses evaluasi ini serupa senja, yang merupakan masa intropeksi diri terhadap apa saja. Spirit inilah yang akhirnya digunakan agar senantiasa ingat dan menghormati budaya proses, dengan menamakan diri sebagai kelompok Senja Hening.