Cari Blog Ini

Dokumentasi

Senja Hening perform tunggal di Dapur Olah Kreatif - Warung Tresni Renon. Usai melagukan sajak, acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai proses kreatif Senja Hening dalam mengolah dan menafsir kata menjadi rangkaian nada-nada. Sebagai pembanding, diskusi menghadirkan Tan Lioe Ie yang dikenal intens di dalam musikalisasi puisi dengan melagukan sajak-sajak Umbu Landu Paranggi dan sajaknya sendiri. | Foto : Phalayasa Sukmakarsa

Senja Hening membuka soft launching Novel Tantri "Perempuan yang Bercerita" karya Cok Sawitri dengan melagukan Aku Tak Lahir dari Senjamu, sajak Pranita Dewi. Selain itu, sajak Bhisma karya Wayan Jengki Sunarta juga dilagukan dalam acara tersebut. | Foto: I Gusti Dibal

Dalam launching kumpulan cerpen "Antara Jimbaran dan Lovina" karya Sunaryono Basuki KS, Senja Hening melagukan Cahaya Waktu, sajak Nanoq da Kansas. Lagu ini merupakan persembahan dan penghormatan terhadap sosok Ayah. | Foto: Phalayasa Sukmakarsa

Dengan mengusung kesederhanaan dalam musikalitas, Senja Hening melagukan sajak-sajak para penyair Bali dalam pembukaan Psychology and Art Exhibition "Tidak Sekedar Suara" di TEN Fine Art Galery, Sanur-Bali. Cinta yang Sederhana - Nanoq da Kansas, Cahaya Waktu - Nanoq da Kansas, Aku Danau ; Aku Laut - Tan Lioe Ie, dan Aku Tak Lahir dari Senjamu - Pranita Dewi merupakan sajak-sajak yang dilagukan saat itu. | Foto : Phalayasa Sukmakarsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar