karena mencintai malam kau menjelma
jadi cahaya
: kemilau yang lahir dari pekat
mungkinkah kematian?
di kota tua ini
aku tertidur –sekaligus terjaga!
mendekap mimpi pertemuan pertama
berabad-abad setelah upacara persemayaman
waktu tak lagi berpusing jarak
tawa rindu bersilang sejarah
tatapku luruh dengan cahayamu
seperti daun-daun yang jatuh
menjadi kesuburan bagi tanah
ketika gerimis enggan turun di kotaku
menua tertikam waktu
karena mencintai malam kau menjelma
jadi cahaya
lahir setelah upacara perkabungan
tubuh memancar kemilau
seperti kunang-kunang
wendra wijaya
jadi cahaya
: kemilau yang lahir dari pekat
mungkinkah kematian?
di kota tua ini
aku tertidur –sekaligus terjaga!
mendekap mimpi pertemuan pertama
berabad-abad setelah upacara persemayaman
waktu tak lagi berpusing jarak
tawa rindu bersilang sejarah
tatapku luruh dengan cahayamu
seperti daun-daun yang jatuh
menjadi kesuburan bagi tanah
ketika gerimis enggan turun di kotaku
menua tertikam waktu
karena mencintai malam kau menjelma
jadi cahaya
lahir setelah upacara perkabungan
tubuh memancar kemilau
seperti kunang-kunang
wendra wijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar